Disadari atau tidak, anak-anak biasanya mulai berkicau (kok, kayak burung) atau bergumam dan bicara sendiri ketika ia mulai beranjak besar. Sebut saja “bicara ngelantur”, mungkin itu kata yang tepat bagi kebiasaan anak-anak seumuran Najwa (Sepupu Arsya) yang sudah masuk usia 3 tahun dan sudah bisa bicara. Anak-anak seumuran anak Najwa ini, biarkan saja dia bicara apa maunya. Dia sedang berekspresi. Menuangkan ide dalam kepalanya. Apa yang dia dengar dari orang-orang sekelilingnya seperti ibu guru, ayah ibu, dari televisi, apalagi iklan, wah dihafal semuanya.

Dengan demikian anak akan punya kosa kata yang berlimpah. Agar omongannya terarah, Kita hanya perlu menyediakan banyak buku cerita dan juga buku pengetahuan lainnya. Anak dipangku, terus dibacakan bukunya. Dengarkan lagu, bernyanyi bersama. Hal ini akan menambah kosa katanya. Jadi omongannya tidak melantur lagi.

MELANTUR BUKAN KELAINAN, ya. Tolong DICATAT! Read the rest of this entry »

Sebenarnya sudah menjadi keinginan semua orang tua untuk bisa melihat anak-anaknya rajin membaca baik itu di sekolah, perpustakaan ato bahkan di rumah. Tapi sadarkah bahwa sebenarnya banyak hal yang terlewatkan oleh orang tua jika ingin menjadikan anaknya cerdas dan pintar melalui membaca. Bahkan, BAYI PUN BISA MEMBACA, masa sih? Ga percaya, kebetulan saya buka file-file tua yang pernah dikirimkan oleh mbak Jana dan menemukan tulisan ini.

Bagaimana mengajar bayi membaca? Sangat BISA!

Itulah yang pertama kali menggelitik hati saya ketika mendengarnya. Karena penasaran, pada tanggal 9 Juni 2007, saya hadir di seminar dan workshop Bagaimana Mengajar Bayi Membaca dan Matematika sambil Bermain di Hotel Nikki, Denpasar. Pembicaranya adalah Ibu Irene F. Mongkar, seorang praktisi Glenn Doman.

Ibu Irene mengatakan bahwa anak kecil belajar dengan melakukan aktivitas menggunakan kelima indranya, yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman. Kita sebagai orang tua melihatnya sebagai bermain.

Anak-anak tidak memerlukan TV, peralatan rumah yang lengkap, video, dsb. Anak hanya butuh tempat yang paling nyaman sedunia yaitu di dada, paha, dan perut ibu atau ayahnya. Ehm, ternyata itu tempat paling nyaman buat anak lho! Read the rest of this entry »

Wew… setelah beberapa bulan blog ini tertinggal ga pernah sedikit pun disentuh rasanya “garing” banget gitu. Tapi setelah di pikirkan matang-matang, “its time to move again” setelah setumpuk email dari situs si mbak terus berdatangan mengingatkan untuk mengupdate dan mengupgrade berita2 anak untuk dunia. Menyebarkan pemahaman akan pentingnya dunia anak dan pendidikan anak dari semenjak dini.
Yup, I’ve decided then… I should optimize the blog, at least once a week… wish me luck then.

Informasi Singkat Tentang Tuberkulosis (TB) Anak.
Banyak sekali anak-anak yang divonis sebagai “flek par”? dan harus menjalani hukuman minum obat jangka lama, paling tidak hingga 6 bulan. Jika ditanyakan kepada orangtuanya apa yang dimaksud flek paru biasanya orang tua pasien tidak tahu. Bila ditanya lebih lanjut apakah anaknya mendapat obat yang membuat air seninya berwarna merah. Jika jawabnya “Ya” kemungkinan besar yang dimaksudkan sebagai “flek paru” adalah Tuberkulosis/TBC paru atau saat ini disebut TB saja.

Mengapa dokter tidak menyatakan sebagai TB?
Sebagian kalangan di masyarakat beranggapan bahwa TB bukan penyakit yang “bergengsi”. Beda misalnya dengan penyakit jantung yang dianggap lebih “terhormat”. Sebagian pasien tidak berkenan jika dinyatakan Sakit TB. Khawatir pasien tidak dapat menerima, dokter berusaha menyamarkan penyakitnya dengan istilah flek paru. Saat ini umumnya pasien sudah berpikiran terbuka dan dapat menerima jika dinyatakan Sakit TB. Sebaiknya dokter berterus terang menyatakan Sakit TB tanpa menyamarkan dengan istilah flek paru yang justru tidak mendidik pasien. Read the rest of this entry »

Perkembangan kemampuan berkomunikasi, interaksi sosial dan tingkah laku anak usia 2-24 bulan
Penulis: Rini Sekartini

Usia 2 Bulan
Bagaimana mengetahui apakah perkembangan anak ibu normal? Berikut ini ada tips-tips yang dapat digunakan untuk mengecek perkembangan anak usia 2 bulan. Kemampuan yang diharapkan pada usia 2 bulan adalah:
1. Mengikuti gerakan objek 180 derajat dan fokus untuk beberapa saat
2. Tersenyum dengan mengubah ekspresi wajah, pada sesuatu yang berada tidak terlalu dekat
3. Mendengarkan suara, tertawa
4. Bersuara huruf vokal a, e, o, u (cooing), kadang-kadang, terdengar bersuara ha, he, ehe
5. Terlihat tenang jika mendengar suara yang dikenalnya Read the rest of this entry »

Archives

HARUS DIBACA!!

Praktek 

Homeschooling di Indonesia A to Z Kids Stuff none Photobucket