HAH!! CAMPAK, NOOOOO…
Itu reaksi pertama yang keluar setelah tadi istriku sms, klo nyatanya Arsya terkena penyakit Campak. Hiks hiks sedih deh rasanya.
Pantesan beberapa hari belakang ini, Arsya sangat terlihat lemah dan susah makan, sedikit sekali asupan yang masuk. Belum lagi tidurnya yang semakin terlihat tidak nyenyak. Padahal dua minggu lagi udah mau udahan di Bandung dan kembali ke Neneknya di Bogor. Kok sakit sih sayang… ah.. Ya Allah berilah kekuatan dan kesembuhan biar cepat pulih dan Arsya bisa aktif kembali.
Masih teringat ketika awal bulan April ini, tiga ekor anak kucing mulai bersemayam di rumah (sama induknya juga) dan Arsya mulai mencoba mendekati, penasaran tapi masih takut, ha ha ha.. sampe kemaren (sekarang masih sih) semangat kejar2 anak kucing kesana kemari.. hi hi hi… jadi sedih rasanya liat jagoan neon ku terlihat lemah dan inginnya selalu digendong.
Karena penasaran, dulu sih pernah campak waktu SMA apa sih penyebabnya jadi Googling lagi deh.
Dan… wallah, banyak sekali gejala yang sebenarnya udah ada pada Arsya jauh sebelum hari ini. Bintik di belakang telinga, bintik-bintik di pipi dan semakin banyak terlihat di muka. Wah, beneran nih jadi kudu ekstra take care buat Arsya, takutnya ntar malah makin parah. Soalnya banyak juga angka kematian bayi karena menganggap terlalu remeh masalah penyakit campak ini.
Penyebab dari penyakit ini adalah infeksi virus Rubella, oleh karena itu campak juga sering disebut Demam Rubella. Virus ini sangat menular terutama pada anak anak dengan daya tahan tubuh yang buruk. Virus masuk ke dalam tubuh melalui perantara udara yang berasal dari batuk, bersin atau kotoran tangan penderita campak. Penderita dapat menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum rimbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada, nih liat dari Blog Dokter.
Jangan Anggap Remeh Campak
SETIAP tahun diperkirakan 30.000 anak meninggal karena komplikasi campak. Jadi jangan anggap enteng campak walaupun gejala awalnya hanya berupa demam. Gejala campak tidak mudah dideteksi. Ini karena gejala penyakit tersebut hampir sama dengan batuk, pilek, dan demam seperti influenza biasa.
Makanya, banyak orang tua yang biasanya telat, setelah anaknya terserang demam, panas, diare eh baru deh sadar ini pasti campak. Untung klo langsung dibawa ke Dokter ato puskesmas setempat, karena jika terlambat dan campak tersebut disertai komplikasi, maka akan menyerang bagian vital dari si anak dan bisa berakibat kematian.
Hal ini senada dengan apa yang dikatakan oleh dr Windi Ajidarma, “Sebenarnya campak merupakan penyakit yang terbatas dan dapat sembuh sendiri, tetapi akan menjadi sangat berbahaya jika diikuti oleh komplikasi yang cukup berat seperti radang otak, radang paru atau radang saluran kemih,” katanya.
Yah, ga ada lagi yang bisa dilakukan selain merawat Arsya lebih hati-hati dan mulai kerja keras (dipaksain deh) beres-beres rumah biar tetap kinclong dan jauh dari kotor-kotor, cucian numpuk, bekas ompol ato poop Arsya yang belum dibersihkan. Cepet Sembuh yach Sayang!!

Leave a comment
Comments feed for this article