Wah, anak suka membantah orang tua atau guru? Ehm, sebaiknya dilihat dulu kenapa dia membantah? Apakah karena dia memang sudah tahu, tapi pura-pura tidak tahu hanya untuk menggoda kita, orang dewasa?

Bukan hal yang aneh sepertinya terkadang kita suka mendapatkan bantahan dari anak-anak usia 7-9 tahun (sekitar kelas 1-3 SD). Sebenarnya banyak hal yang menyebabkan terjadi bantahan seperti ini pada anak-anak. Kita tidak bisa langsung memvonis bahwa si anak bandel dan merupakan anak pembangkang! Sebab bisa saja bantahan dari anak tersebut terlahir karena adanya rasa ketidak sesuaian antara apa yang diutarakan oleh orang tua/guru dengan apa yang pernah dialami si anak.

Sebenarnya penyebab bantahan itulah yang harus kita cari tahu. Apakah kita yang kurang memahami maksud si anak atau cara orang tua atau guru yang tidak sesuai dengan karakter anak tersebut? Tentu saja orang tua/guru bermaksud baik. Tapi karena menurut si anak, cara mereka memberitahu kurang berkenan di hatinya, maka si anak jadi membantah. Padahal yang dibantah bukan mengenai apa yang diberitahukan, melainkan CARA orang tua / guru menyampaikan itu.

Atau bisa juga anak itu sudah tahu mengenai topik yang disampaikan, dia ingin hal yang lain. Jadi dia membantah.

Sebenarnya kita sebagai Orang tua/guru bisa menanyakan kepada anak, kenapa dia membantah. Dengan kata lain, ada komunikasi dua arah dengan penuh kelembutan dan suasana yang gembira. Jika hati kedua belah pihak lagi senang, akan muncullah jawaban dari kenapa-kenapa itu tadi.

Semua anak dilahirkan cerdas. Semua anak dilahirkan jenius. Orang tua dan lingkunganlah yang berperan besar apakah kecerdasannya ini akan berkembang, atau malah menurun. Jadi anak membantah, belum tentu dia tidak cerdas.

Sumber: Blog Miss Jana