Sebenarnya sudah menjadi keinginan semua orang tua untuk bisa melihat anak-anaknya rajin membaca baik itu di sekolah, perpustakaan ato bahkan di rumah. Tapi sadarkah bahwa sebenarnya banyak hal yang terlewatkan oleh orang tua jika ingin menjadikan anaknya cerdas dan pintar melalui membaca. Bahkan, BAYI PUN BISA MEMBACA, masa sih? Ga percaya, kebetulan saya buka file-file tua yang pernah dikirimkan oleh mbak Jana dan menemukan tulisan ini.

Bagaimana mengajar bayi membaca? Sangat BISA!

Itulah yang pertama kali menggelitik hati saya ketika mendengarnya. Karena penasaran, pada tanggal 9 Juni 2007, saya hadir di seminar dan workshop Bagaimana Mengajar Bayi Membaca dan Matematika sambil Bermain di Hotel Nikki, Denpasar. Pembicaranya adalah Ibu Irene F. Mongkar, seorang praktisi Glenn Doman.

Ibu Irene mengatakan bahwa anak kecil belajar dengan melakukan aktivitas menggunakan kelima indranya, yaitu penglihatan, pendengaran, perabaan, pencecapan, dan penciuman. Kita sebagai orang tua melihatnya sebagai bermain.

Anak-anak tidak memerlukan TV, peralatan rumah yang lengkap, video, dsb. Anak hanya butuh tempat yang paling nyaman sedunia yaitu di dada, paha, dan perut ibu atau ayahnya. Ehm, ternyata itu tempat paling nyaman buat anak lho!

Banyak contoh yang tidak baik yang terjadi di sekitar kita seperti seorang ibu yang pergi ke supermarket bersama anaknya serta babysitter. Si ibu menenteng hand bag, back pack, tas belanjaan. Sedangkan bayinya digendong oleh babysitter.

Yang paling baik adalah si ibu menggendong bayinya, dan babysitter membawa tas belanjaan. Jangan terbalik, ya…

Contoh lain lagi adalah si ibu berjalan-jalan di supermarket. Bayinya ditaruh di kereta dorong. Tentu saja ibu dan anak ini tidak bisa berkomunikasi dengan baik. Bahkan tidak berkomunikasi sama sekali. Sayang sekali ya…

Sebaiknya si ibu atau ayah menggendong anaknya dan tentu saja bisa mengobrol sesuka hatinya. Dengan menggendong anak, orang tua akan tahu apa sebenarnya yang anak mau. Cinta kasih harus diberikan secara penuh agar dapat memandang orang lain dengan kehangatan. Betul nggak?

Anda pernah mendengar istilah “neuro asosiasi”? Neuro asosiasi merupakan asosiasi saraf yang bisa berupa asosiasi postif maupun negatif.

* Mendengar lagu yang membuat hati senang akan menumbuhkan asosiasi positif terhadap lagu tersebut. Lain waktu jika mendengar lagu tersebut, maka hati pun akan senang.
* Kecelakaan yang dialami di Jl. Sudirman menimbulkan asosiasi negatif. Setiap melewati jalan tersebut, kita akan teringat dengan kejadian itu. Hati merasa sedih dan takut.

Kenapa anak Indonesia pada umumnya tidak suka membaca? Nah, ini ada hubungannya dengan neuro asosiasi tadi. Karena asosiasi positif terhadap buku tidak dibangun sedari kecil, maka anak tidak terbiasa dengan buku.

Lalu bagaimana caranya agar anak suka baca buku? Biasakan anak untuk memegang buku, membaca bersama, kalau ulang tahun dikasih hadiah buku, membuat perpustakaan mini di rumah. Dapat dikatakan bahwa neuro asosiasi terhadap buku bisa dibentuk, bukan merupakan faktor keturunan / genetik.

Tahukah anda pertanyaan apa yang paling tabu ditanyakan pada anak? Alias yang TIDAK BOLEH ditanyakan?

* Ulangan dapat berapa?
* Naik kelas nggak?

Kenapa? Karena dengan bertanya seperti ini, anda sebagai orang tua meminta sesuatu kepada anak. Pamrih gitu loch! Untuk dapat nilai, anak akan belajar jadi tegang. Lalu buat apa kejar nilai? Yang penting anak happy. Sepanjang ada perpustakaan di rumah dan kasih sayang yang cukup, lingkungan yang mendukung, anak pasti akan menjadi percaya diri, imaginatif, dan happy…

Gimana tuh anak belajar dengan kelima indranya? Anda bisa kasih lihat buah mangga. Coba anak diminta untuk mencium kulit mangga, lalu kupas, cium buahnya, potong-potong, dan buat jus. Minum dech! Cara belajar yang happy kan?

Anak kecil suka sekali bertanya. Apakah anda merasakannya? Tentu saja iya kan? Setiap kali anak bertanya, tolong dijawab dengan jujur dan apa adanya. Jika tidak tahu jawabannya, bilang aja nanti mama dan papa akan cari tahu dulu. Kalau sudah tahu, pasti akan beritahu ke dia lagi.

JIka setiap pertanyaan anak, anda selalu menjawab, maka anak akan terus bertanya hal yang lainnya. Imaginasi anak akan berkembang. Otaknya akan bekerja. Anak bertanya dua hal, eh dapatnya dua puluh hal. Masalahnya adalah: apakah anda selalu menjawab setiap kali anak bertanya?

Mau tahu apa saja reading program yang perlu diterapkan?
* Reading is easy
* Reading grows the brain
* Reading is neurological function
* Reading is easier than hearing
* Reading creates intelligence
* Reading is a visual function

Wah, sungguh luar biasa ya, manfaat baca buku ini! Yang pentng berikan hal terbaik buat anak. Berikan! Berikan! Dan berikan! Jangan pamrih!
Sumber: Blog Miss Jana